Skip to main content
Photo from unsplash: website-development_sihmlg

Landing Page vs Website: Kapan Butuh yang Mana?

Written on December 19, 2024 by Delvin, CERIS.

5 min read
––– views

Dua istilah ini sering dipakai bergantian, padahal fungsinya sangat berbeda. Salah memilih bukan hanya soal estetika — ini soal menghabiskan anggaran untuk alat yang tidak sesuai tujuan.

Apa Itu Landing Page

Landing page adalah halaman tunggal yang dirancang untuk satu tujuan konversi. Satu halaman, satu aksi yang diinginkan dari pengunjung.

Tidak ada menu navigasi. Tidak ada link ke halaman lain. Tidak ada pilihan untuk "baca lebih lanjut tentang kami" atau "lihat produk lain." Semua elemen di halaman itu — headline, gambar, teks, tombol — mengarahkan pengunjung ke satu titik: melakukan tindakan tertentu.

Tindakan itu bisa bermacam-macam: isi form untuk trial gratis, beli produk, daftar webinar, download panduan, atau hubungi via WhatsApp. Yang penting hanya satu tujuan per halaman.

Apa Itu Website

Website adalah kumpulan halaman yang terhubung, melayani banyak tujuan sekaligus. Ada navigasi, ada berbagai audiens dengan berbagai kebutuhan informasi, dan pengunjung bisa menjelajah sesuai kebutuhan mereka.

Website company profile, website e-commerce multi-produk, atau portal pelanggan — semua ini adalah website. Kompleksitas bervariasi, tapi prinsipnya sama: banyak halaman, banyak konten, banyak tujuan.

Kapan Pakai Landing Page

Landing page paling efektif ketika:

Anda punya satu penawaran spesifik yang ingin dipromosikan. Misalnya, Anda punya produk baru — suplemen kesehatan — dan sedang menjalankan iklan Instagram untuk minggu peluncuran. Orang yang klik iklan itu perlu landing page yang fokus pada produk itu, bukan website lengkap Anda yang punya puluhan produk lain. Pilihan yang terlalu banyak membunuh konversi.

Anda menjalankan kampanye iklan berbayar. Google Ads atau Meta Ads yang mengarah ke homepage website biasanya menghasilkan konversi lebih rendah dibanding yang mengarah ke landing page yang relevan dan terfokus. Karena di homepage, pengunjung bisa tersesat ke mana-mana.

Anda sedang testing pasar. Sebelum membangun website penuh atau bahkan produk yang lengkap, landing page sederhana yang mengumpulkan email atau pre-order bisa memvalidasi apakah ada permintaan nyata.

Ada acara atau promosi terbatas waktu. Peluncuran produk, flash sale, pendaftaran seminar, early bird pricing — semua ini cocok untuk landing page. Setelah acara selesai, halaman itu bisa diarsip atau diubah.

Kapan Pakai Website

Website yang lengkap lebih tepat ketika:

Bisnis Anda perlu menjelaskan banyak hal ke banyak audiens berbeda. Sebuah konsultan pajak punya klien individu dan klien korporat, punya berbagai layanan, dan perlu membangun kepercayaan secara mendalam. Landing page tidak cukup untuk menampung semua itu.

Anda ingin ditemukan secara organik di Google. SEO butuh konten yang beragam dan struktur halaman yang baik. Satu landing page tidak bisa bersaing dengan website yang punya halaman layanan, blog, dan informasi yang relevan untuk berbagai keyword.

Bisnis Anda perlu presence permanen. Company profile yang bisa dirujuk klien kapan saja, informasi produk yang bisa dibagikan, halaman karir untuk rekrutmen — ini kebutuhan jangka panjang yang perlu website, bukan landing page.

Anda punya banyak produk atau layanan yang perlu dijelaskan masing-masing. Satu landing page tidak bisa menjelaskan sepuluh layanan berbeda dengan efektif. Anda butuh struktur.

Satu Bisnis Bisa Butuh Keduanya

Ini yang sering tidak disadari: landing page dan website bukan pilihan yang saling menggantikan. Bisnis yang sudah punya website tetap butuh landing page untuk kampanye spesifik.

Contoh konkret: sebuah perusahaan jasa akuntansi di Surabaya punya website company profile lengkap — halaman tentang layanan, tentang tim, portofolio klien, dan blog. Mereka juga punya landing page terpisah khusus untuk iklan Google yang menyasar keyword "jasa laporan keuangan tahunan" menjelang akhir tahun fiskal. Landing page itu fokus pada satu penawaran, satu CTA, dan tidak mengalihkan pengunjung ke mana-mana.

Hasilnya: website menangani pengunjung organik dan membangun kepercayaan jangka panjang. Landing page menangani traffic berbayar dan dioptimalkan untuk konversi.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Mengarahkan semua iklan ke homepage. Homepage dirancang untuk banyak audiens sekaligus — bukan untuk satu kampanye spesifik. Konversi hampir selalu lebih rendah.

Membuat landing page terlalu panjang dan penuh informasi. Landing page yang ideal fokus dan ringkas. Jika pengunjung perlu scroll terlalu jauh atau membaca terlalu banyak sebelum bisa mengambil tindakan, Anda sudah kehilangan mereka.

Membangun website lengkap untuk bisnis yang baru validasi pasar. Sebelum ada permintaan yang terbukti, landing page sederhana lebih cepat dan lebih murah untuk testing. Website penuh bisa dibangun setelah ada konfirmasi bahwa bisnisnya jalan.

Membuat landing page tapi tidak punya website sama sekali. Calon klien yang mau melakukan due diligence akan mencari informasi lebih tentang perusahaan Anda. Jika satu-satunya jejak digital Anda adalah landing page promosi, kepercayaan mereka akan menurun. Jika Anda sedang mempertimbangkan berapa biaya yang perlu disiapkan untuk investasi website yang proper, artikel tentang biaya membuat website bisnis bisa menjadi referensi yang berguna.

Pilih alat yang sesuai dengan tujuan, bukan yang terlihat paling keren atau yang paling murah di awal.


Tim CERIS bisa membantu Anda menentukan apakah proyek Anda butuh landing page, website, atau kombinasi keduanya — lalu membangunnya dengan benar. Lihat layanan web development kami atau konsultasi gratis di sini.