Skip to main content
Photo from unsplash: phone_htdyuk

Berapa Biaya Membuat Aplikasi Mobile di Indonesia?

Written on February 06, 2025 by Delvin, CERIS.

5 min read
––– views

Pertanyaan ini hampir selalu muncul di diskusi awal, dan hampir selalu sulit dijawab langsung — bukan karena industri tidak transparan, tapi karena "aplikasi mobile" bisa berarti sangat banyak hal yang berbeda.

Aplikasi absensi karyawan sederhana tidak bisa dibandingkan biayanya dengan aplikasi logistik yang punya fitur real-time tracking, proof of delivery, dan integrasi dengan sistem ERP. Keduanya "aplikasi mobile," tapi skalanya beda jauh.

Faktor yang Paling Menentukan Biaya

Platform: iOS, Android, atau Keduanya

Ini keputusan pertama yang berdampak besar pada biaya.

Aplikasi native iOS ditulis dalam Swift, Android dalam Kotlin. Keduanya bahasa dan ekosistem yang berbeda — artinya jika ingin native di kedua platform, Anda pada dasarnya membangun dua aplikasi secara bersamaan. Biaya bisa hampir dua kali lipat.

Alternatifnya adalah pendekatan cross-platform seperti React Native atau Flutter — satu codebase yang berjalan di iOS dan Android. Lebih hemat waktu dan biaya, dengan trade-off tertentu di performa (untuk kasus penggunaan tertentu, perbedaannya tidak signifikan; untuk kasus lain, bisa terasa).

Untuk kebanyakan bisnis Indonesia dengan target pasar domestik, Android menjadi prioritas karena pangsa pasar yang jauh lebih besar. iOS tetap relevan untuk segmen premium atau jika target pengguna adalah kalangan profesional perkotaan.

Kompleksitas Fitur

Ini yang paling memengaruhi biaya. Beberapa kategori untuk memberi gambaran:

Aplikasi sederhana (katalog produk, direktori, aplikasi informasi satu arah): logika bisnis minimal, tidak ada backend kompleks, data mungkin statis atau dari CMS sederhana.

Aplikasi dengan akun pengguna dan database: login, registrasi, profil pengguna, penyimpanan data — mulai butuh backend yang proper, API, manajemen session.

Aplikasi dengan transaksi atau pembayaran: integrasi payment gateway, keamanan tambahan, manajemen pesanan, notifikasi — lapisan kompleksitas bertambah.

Aplikasi dengan fitur real-time: chat, tracking lokasi langsung, update status live — butuh infrastruktur yang berbeda (WebSocket, push notification yang handal, server yang lebih kuat).

Aplikasi dengan integrasi pihak ketiga: ERP, sistem akuntansi, logistik, hardware seperti printer atau scanner — setiap integrasi punya waktu development sendiri.

Backend dan Infrastruktur

Sering diabaikan dalam pembicaraan biaya awal: aplikasi mobile hampir selalu butuh backend — server yang menyimpan data, memproses logika bisnis, dan melayani API yang dipakai aplikasi.

Biaya backend bergantung pada kompleksitas sistem, kebutuhan skalabilitas, dan pilihan teknologi. Server cloud untuk aplikasi kecil bisa dimulai dari ratusan ribu per bulan, tapi bisa naik signifikan untuk sistem yang besar atau traffic yang tinggi.

Tim yang Mengerjakan

Ada tiga pilihan umum:

Freelancer: Biaya per jam atau per proyek bisa lebih rendah. Cocok untuk proyek yang scope-nya jelas, kecil, dan tidak kompleks. Risiko: satu orang punya kapasitas terbatas, tidak ada backup jika ada masalah, ketersediaan tidak selalu bisa dijamin, dan jika mereka tidak bisa melanjutkan di tengah proyek, situasinya sulit.

Agency digital umum: Seringkali lebih mahal dari freelancer dan lebih mahal dari software house, tapi fokus utama mereka biasanya branding dan marketing — bukan development teknis yang kompleks.

Software house: Tim yang terdiri dari beberapa spesialisasi (desainer, frontend developer, backend developer, tester). Proses lebih terstruktur, ada dokumentasi, ada jaminan kontinuitas jika satu anggota tim tidak bisa lanjut. Lebih mahal dari freelancer, tapi untuk proyek yang kompleks atau jangka panjang, ini biasanya pilihan yang lebih aman. Jika Anda sudah punya gambaran fitur yang dibutuhkan, artikel tentang fitur aplikasi mobile untuk bisnis retail bisa membantu mempersempit scope di tahap awal perencanaan.

Total Cost of Ownership: Lebih dari Sekadar Biaya Development

Ini yang sering tidak masuk dalam perhitungan awal: biaya setelah aplikasi diluncurkan.

Maintenance dan bug fix: Aplikasi bukan produk yang selesai saat launch. Ada bug yang baru ditemukan pengguna, ada penyesuaian yang diminta, ada perbaikan yang perlu dilakukan.

Update OS: Apple dan Google secara rutin merilis update iOS dan Android. Aplikasi yang tidak diupdate bisa mengalami masalah kompatibilitas — atau bahkan diturunkan dari App Store/Play Store.

Hosting backend: Biaya server cloud yang terus berjalan setiap bulan.

Biaya developer account: Google Play Developer account Rp 300 ribuan (sekali bayar). Apple Developer Program sekitar $99/tahun — ini juga biaya yang perlu diperhitungkan untuk distribusi di App Store.

Fitur baru: Bisnis berkembang, kebutuhan berubah. Fitur yang tidak ada di versi 1.0 mungkin dibutuhkan di versi 2.0. Ini bukan tambahan kecil — fitur baru butuh anggaran tersendiri.

Jika Anda menganggarkan biaya development saja tanpa mempertimbangkan biaya operasional dan maintenance selama setidaknya satu tahun ke depan, proyeksi anggaran Anda sudah tidak akurat sejak awal.

Cara Mendekati Anggaran Aplikasi

Daripada bertanya "berapa harga aplikasi mobile?" pendekatan yang lebih produktif adalah:

  1. Definisikan apa yang harus bisa dilakukan aplikasi di versi pertama — bukan semua yang ingin Anda punya, tapi yang paling dibutuhkan pengguna untuk fitur inti.
  2. Identifikasi siapa penggunanya dan di platform mana mereka ada (Android/iOS).
  3. Tentukan fitur mana yang kritis untuk launch dan mana yang bisa ditambahkan setelah ada pengguna nyata.

Vendor yang baik akan membantu Anda mendefinisikan scope sebelum memberikan estimasi harga. Vendor yang langsung memberi harga tanpa discovery — pertanyaan tentang kebutuhan, pengguna, dan tujuan bisnis — tidak bisa memberikan estimasi yang akurat.


Jika Anda sedang merencanakan pengembangan aplikasi mobile dan butuh panduan tentang scope dan pendekatan yang tepat, CERIS siap membantu dari tahap perencanaan. Lihat layanan mobile application kami atau hubungi kami untuk konsultasi gratis.